Wednesday, September 9, 2009

Ukhti, Jauhilah Tabarruj!!!


Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albany 

Tabarruj yakni bila “seorang wanita menampakkan perhiasannya dan kecantikannya serta terlihat bagian-bagian yang seharusnya wajib ditutupi, dimana bagian-bagian itu akan memancing syahwat pria.” [ Fathul Bayan 7 / 274 ]

Allah Azza wajalla tentang permasalahan ini bersabda dalam Surah Al-Ahzab (yang artinya): "Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kalian bertabarruj seperti bertabarruj-nya wanita jahiliyyah dahulu, dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul-bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya." [QS Al-Ahzab : 33 ]

Imam Adz-Dzahabi berkata dalam “Al-Kaba`ir” yakni Di antara perbuatan yang menyebabkan para wanita mendapat laknat adalah menampakkan perhiasan emas dan permata yang ada di balik pakaiannya, memakai misk, anbar (nama sejenis minyak wangi) dan parfum jika keluar dari rumah, memakai pakaian-pakaian yang dicelup, sarung-sarung sutera dan penutup kepala yang pendek, bersamaan dengan itu dia memajangkan pakaian, meluaskan dan memanjangkan ujung lengan pakaian. Semua itu termasuk tabarruj yang Allah murkai. Allah murka kepada pelakunya di dunia dan akhirat. Karena perbuatan-perbuatan ini yang banyak dilakukan wanita, Rasulullah Shalallohu`alaihi wasallam bersabda (yang artinya): “……. Aku memandang ke neraka, maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah wanita.”

Hadits ini diriwayatkan oleh :

1. Imam Bukhari dalam kitab Bad’ul Khalq, bab Maa Ja’a fi Shifatil Jannah ( kitab 59 bab 8 ).
2. Imam Tirmidzi dalam kitab Shifatil Jahannam bab Maa Ja’a Anna Aktsara Ahli Nar An Nisa’ (kitab 40 bab 11 hadits ke-2602), dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Tirmidzi 2098 dari Ibnu Abbas.
3. Imam Ahmad 2/297 dari Abu Hurairah. Dan hadits ini dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’ 1030.


Dari Imran bin Hushain berkata : “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda (yang artinya):“Sesungguhnya penghuni Surga yang paling sedikit adalah para wanita….’ “ (HR. Muslim 95, 2738. An Nasa’i 385)

Saya (Syaikh Al-Albani, pent.) berkata: “Islam telah bersikap keras dalam memperingatkan ummatnya dari perbuatan tabarruj ini hingga menyandingkannya dengan kesyirikan, zina, mencuri dan perbuatan haram lainnya. Itu terjadi ketika Nabi Shalallohu`alaihi wasallam membai`at para wanita agar mereka tidak melakukan hal-hal itu. Abdullah bin `Amr radhiyallahu`anhu berkata: Umaimah binti Ruqaiqah datang kepada Rasulullah Shalallohu`alaihi wasallam untuk berbai`at kepada beliau, maka beliau berkata: “Saya akan membai’atmu untuk engkau tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun, jangan engkau mencuri, berzina, membunuh anakmu, melakukan kebohongan yang engkau buat antara hadapanmu dan antara dua kakimu, jangan meratap dan jangan bertabarrujnya jahiliyyah dahulu.”

Ketahuilah, bukan termasuk perkara terlarang sedikitpun jika pakaian wanita yang dia pakai selain berwarna putih atau hitam, sebagaimana yang dianggap oleh sebagian wanita yang komit terhadap Sunnah. Itu dengan alasan :

Pertama : Sabda Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam yang berbunyi (yang artinya) : “Parfum wanita adalah yang jelas warnanya dan lembut harumnya … “

Kedua : Pengalaman para wanita sahabat, dengan kisah sebagai berikut :

1. Dari Ibrohim An Nakha’i bahwa dia masuk bersama Alqamah serta Al Aswad kepada isteri – isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dia melihat mereka menyelimuti diri mereka dengan pakaian berwarna merah.
2. Dari Ibnu Abi Mulaikah, ia berkata; Aku melihat Ummu Salamah mengenakan jilbab dan berselimut dengan pakaian yang dicelup ddengan warna mu`ashfar (campuran antara kuning dan merah).
3. Dari Al qosim, yaitu Ibnu Muhammad bin Abi Bakr Ash Shiddiq dia berkata bahwa ‘Aisyah memakai pakaian yang dicelup dengan mu’ashfar, padahal dia waktu itu sedang ihram.”

Jilbab Al Mar’ah Al Muslimah 120-123 dengan sedikit ringkasan
Sumber: Buletin Islamy Al Minhaj Edisi 3 Tahun1

http://ghuroba.blogsome.com/2007/04/13/ukhti-jauhilah-tabarruj/

Nasehat Bagi Kaum Muslimin Dalam Menyikapi Tahun yang Penuh dengan Gempa Bumi dan Bencana Alam (1)


Fadhilatu As Syaikh ‘Abdul Aziz bin ‘Abdillah bin Bazz Rahimahullah 

Segala puji hanya milik Allah , shalawat dan salam tetap terlimpah kepada Rasulullah, keluarganya, shahabat-shahabatnya dan orang-orang yang mengikuti petunjuk beliau. Amma ba’du :

Sesungguhnya Allah Ta’ala Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui dengan semua perkara yang telah Allah tetapkan dan takdirkan. Sebagaimana pula Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui dengan semua apa-apa yang telah Allah syari’atkan kepada para hamba-Nya dan apa-apa yang telah Allah perintahkan kapada mereka.

Dan Allah menciptakan segala sesuatu yang Allah kehendaki dari tanda-tanda kekuasaannya (diantaranya dengan terjadinya gempa bumi dan bencana yang lainnya). Allah mentakdirkan terjadinya gempa bumi dan bencana yang lainnya dalam rangka untuk menakuti hamba-hamba- Nya, dan dalam rangka memperingatkan mereka atas apa-apa yang telah Allah wajibkan kepada mereka dari hak-hak Allah (yang kebanyakan mereka tidak menunaikannya), dan dalam rangka memperingatkan mereka dari perbuatan syirik kepada Allah (yang banyak mereka lakukan) dan sebagai peringatan dari perbuatan menyelisihi perintahnya.

Demikian pula Allah takdirkan terjadinya gempa bumi dan berbagai macam musibah/bencana yang lainnya dalam rangka memperingatkan hamba-hamba-Nya karena mereka terus menerus menjalankan hal-hal yang dilarang Allah. Sebagaimana firman Allah Ta’ala (yang artinya): "Dan tidaklah kami mengirimkan tanda-tanda itu kecuali dalam rangka untuk menakuti" (Al- Isra:60)

Dan firman Allah (yang artinya): "Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kekuasaan Kami dari segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri. Sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur’an adalah haq. Dan apakah Rabb mu tidak cukup bagi kamu, bahwasanya Dia menyaksikan segala sesuatu ?" (Q.S. Fushilat : 53).

Dan firman Allah Ta’ala (artinya): "Katakanlah Dialah (Allah) yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian, atau dari bawah kaki-kaki kalian, atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan dan merasakan kepada sebagian kalian kekuatan/ keganasan sebagian yang lain" (QS. Al An’am : 65)

Imam Bukhari telah meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari Jabir bin ‘Abdillah dari Nabi bahwasnya beliau telah berkata, ketika turun firman Allah Ta’ala (yang artinya): "Katakanlah : Dialah (Allah) yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian, dari atas kalian. Berkata Rosulullah (artinya) : (ya Allah) aku berlindung dengan wajah Engkau."

Abu Syaikh Al Ashbahany telah meriwatkan dari mujahid tentang tafsir ayat ini (artinya): "Katakanlah: Dialah (Allah) yang berkuasa untuk mengirimkan adzab kepada kalian dari atas kalian": Berkata mujahid (dikirimkan kepada kalian suara yang mengguntur/menggelegar, batu- batu dan angin. "Atau adzab dari bawah kaki-kaki kalian": Berkata Mujahid : (terjadinya) gempa bumi dan musibah tenggelam.

Dan merupakan suatu hal yang tidak diragukan lagi, bahwasanya semua yang diakibatkan dari terjadinya gempa-gempa bumi pada hari-hari terakhir ini di berbagai/banyak tempat/penjuru, itu merupakan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah yang dengan tanda-tanda tersebut Allah menakuti hamba-hambaNya.

Dan semua yang terjadi sebagai akibat dari terjadinya gempa-empa bumi atau bencana yang lainnya, yang semua itu mengakibatlan kemudhorotan bagi hamba-hamba Allah dan menyebabkan berbagai macam kemelaratan, kesakitan, kematian, penderitaan bagi mereka, semua itu terjadi karena disebabkan perbuatan syirik dan maksiat yang mereka lakukan.

Hal ini sebagaimana yang Allah Ta’ala firmankan (artinya): "Dan musibah apa saja yang menimpa kalian , maka itu karena disebabkan perbuatan tangan- tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)" (QS. Asy Syura:30).

Dan firman Allah (artinya): "kebaikan/nikmat apa saja yang kamu peroleh, maka itu semua datangnya dari Allah. Dan kejelekan/musibah apa saja yang menimpamu, maka itu semua dari (kesalahan/dosa) dirimu sendiri" (QS. An Nisa: 79).

Dan firman Allah (artinya): "Maka masing-masing (mereka itu) Kami adzab karena disebabkan dosanya. Maka diantara mereka ada yang Kami timpakan hujan batu kepadanya, dan diantara mereka ada yang kami siksa deangan suara keras yang mengguntur, dan diantara mereka ada yang Kami benamkan kedalam bumi, dan diantara mereka ada yang Kami tenggelamkan. Dan Allah tidaklah sekali-kali hendak menganiaya mereka , akan tetapi merekalah yang menganiaya diri-diri mereka sendiri" (QS. Al Ankabut:40)

bersambung...

Nasehat Bagi Kaum Muslimin Dalam Menyikapi Tahun yang Penuh dengan Gempa Bumi dan Bencana Alam (2)



Maka merupakan kewajiban atas semua orang yang telah Allah bebankan syari’at (mukallaf) dari kalangan kaum muslimin, untuk segera bertaubat kepada Allah, dan berpegang teguh dengan agamanya. Dan wajib bagi mereka untuk memperingatkan/menjauhi/meninggalkan dari setiap yang dilarang oleh Allah berupa perbuatan syirik dan perbuatan maksiat. Sehingga dengan itu semua akan mendatangkan keselamatan dan keberuntungan bagi mereka dari berbagai macam keburukan/bencana di dunia dan akherat.

Dan sehingga dengan sebab itu pula, Allah akan mengangkat/menghilangkan semua musibah dan bencana dari mereka, serta memberikan karunia kapada mereka dengan berbagai kebaikan/nikmat. Hal ini sebagai firman Allah (artinya): "kalau sekiranya penduduk suatu negeri itu mereka beriman dan bertakwa, kami pasti akan membukakan /melimpahkan kepada mereka barokah-barokah dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami), maka kami siksa mereka disebabakan perbuatan yang mereka lakukan." (QS. Al A’raf: 96).

Dan firman Allah (artinya): "Kalau sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan hukum taurat dan injil, dan menjalankan apa-apa yang telah diturunkan kepada mereka dari Rabbnya, niscaya mereka akan mendapatkan makanan dari atas mereka dan dari bawah kaki-kaki mereka." (QS. Al Maidah :66).

Dan firman Allah (artinya): "Maka apakah penduduk suatu negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan kami kepada mereka dimalam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk suatu negeri itu merasa aman dari datangnya siksaan kami kepada mereka di waktu dhuha yang ketika itu mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari adzab/siksaan Allah (yang datangnya tidak terduga-duga)? Maka tidaklah ada yang merasa aman dari adzab/siksaan Allah kecuali orang-orang yang merugi." (QS. Al A’raf : 97-99)

Dan telah berkata Al ‘Allamah Ibnul Qoyyim: "terkadang pada sebagian waktu Allah mengijinkan bagi bumi untuk “bernafas”. Maka terjadilah diatas muka bumi itu gempa yang dahsyat. Maka gempa tersebut menyebabkan terjadinya kekhawatiran dan ketakutan yang besar bagi hamba-hamba Allah, (sehingga mereka karena sebab terjadinya gempa tersebut) kembali ke jalan Allah, meninggalkan diri dari perbuatan maksiat, tunduk dan menyerahkan diri kepada Allah, dan menyesal (atas semua dosa yang telah dilakukan). Sebagaimana telah berkata sebagian salaf ketika bumi digoncangkan (terjadi gempa):”sesungguhnya Rabb kalian telah menggoncangkan kalian dengan goncangan yang keras."

Dan telah berkata ‘Umar bin Khotthob ketika terjadi gempa di madinah, maka beliau berkhutbah dihadapan manusia dan menasehati mereka. Beliau berkata :“….? Selesai perkataan Al ‘Allamah Ibnul Qoyyim Rahimahullah.

Dan atsar/riwayat tentang pembahasan ini dari para salaf banyak sekali. Maka merupakan kewajiban yang harus dilakukan ketika terjadinya gempa-gempa bumi dan bencana-bencana yang lainnya dari sebagian tanda-tanda kekuasaan Allah, juga ketika terjadi gerhana, angin yang kuat,……,untuk segera bertaubat kepada Allah, tunduk menyerahkan diri kepada Allah , dan meminta keselamatan padaNya.

Demikian pula dengan mamperbanyak dzikir kepada Allah dan memperbanyak istighfar kepadaNya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah ketika terjadi gerhana: "jika kalian melihat/mengalami yang demikian (gerhana gempa dan bencana yang lainnya), takutlah dan rendahkanlah diri-diri kalian kepada Allah dengan berdzikir kepadaNya, berdo’a dan beristighfar kepadaNya".

Dan disukai juga ketika terjadinya bencana untuk mengasihi orang-orang faqir dan orang-orang miskin serta bersedekah kepada mereka. Hal ini berdasarkan sabda Nabi (artinya): "saling mengasihilah diantara kalian, niscaya kalian akan dikasihi. Orang yang mengasihi akan dikasihi oleh Ar Rahman (Allah). Saling mengasihilah diantara kalian kepada orang-orang dimuka bumi ini, niscaya kalian akan dikasihi oleh yang ada diatas langit.” Dan sabda Nabi (artinya):”siapa yang tidakmengasihi/menyayangi, dia tidak akan dikasihi (oleh Allah)."

Dan telah diriwayatkan dari ‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz, bahwasanya beliau dahulu pernah menulis perintah kepada para pembantu-pembantunya ketika terjadinya gempa bumi agar mereka bersedekah.

Dan termasuk dari sebab-sebab yang bisa mendatangkan keamanan/ ketentraman dan keselamatan dari segala keburukan, yaitu bersegeranya pihak pemerintah untuk memperhatikan dan membantu orang-orang yang lemah, berpegang teguh dengan al haq, berhukum dengan apa-apa yang disyari’atkan Allah dan senantiasa menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar.

Hal ini sebagaimana firman Allah ta’ala (yang artinya): "Orang-orang mu’min yang laki-laki dan perempuan sebagaimana mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan dengan perkara kebaikan dan melarang dari perbuatan yang munkar, mereka menegakkan shalat dan menunaikan zakat dan mereka mematuhi Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu adalah orang-orang yang akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (Q.S. At Taubah: 71).

Dan firman Allah (yang artinya): "Sesungguhnya Allah pasti akan menolong orang yang menolong (agama) Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Yaitu orang-orang yang Kami teguhkan/ kokohkan kedudukan mereka di atas muka bumi, mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah dari perbuatan munkar. Dan hanya kepada Allahlah kembalinya segala perkara." (Q.S. Al Haj: 40-41).

Dan firman Allah (yang artinya): "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Allah akan memberikan rizki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (Q.S. Ath Thalaq: 2-3).

Dan banyak sekali ayat-ayat yang berkaitan dengan makna ini.

Dan nabi telah bersabda (yang artinya): "Barang siapa yang meringankan/menanggung hajat (kebutuhan) saudaranya, maka Allah akan menanggung kebutuhannya." (disepakati keshahihannya)

Dan sabda beliau (yang artinya):"Barang siapa yang menghilangkan kesusahan seorang mu’min dari kesusahan-kesusahan dunia, Allah akan menghilangkan darinya kesusahan dari kesusahan- kesusahan pada hari kiamat."

Dan barang siapa yang memberi kemudahan kepada seorang yang sedang mengalami kesulitan, Allah akan memberi kemudahan baginya di dunia dan akherat. Dan barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. (HR. Muslim didalam kitab shahihnya)

Dan hadits-hadits yangberkaitan dengan makna ini banyak sekali .

Dan Allahlah dzat tempat untuk meminta, agar Allah memperbaiki keadaaan kaum muslimin semuanya, memberikan karunia kepada mereka dengan kefaqihan dalam agama-Nya dan memberikan karunia kepada mereka pula dengan keistiqomahan di atas agama-Nya. Dan agar Allah memberikan karunia-Nya kepada kaum muslimin dengan taubat kepada-Nya dari segala perbuatan dosa-dosa dan agar Allah memperbaiki keadaan pemerintah kaum muslimin semua, menolong/menegakkan al haq dan menghancurkan kebatilan melalui mereka. Dan semoga Allah Ta’ala memberikan taufiq kepada pemerintah kaum muslimin untuk berhukum dengan syari’at- syari’atnya kepada para hamba-Nya. Dan semoga Allah melindungi mereka dan seluruh kaum muslimin dari gelapnya fitnah-fitnah dan penyimpangan-penyimpangan / tipu daya syaithon. Sesungguhnya Allah maha penolong dari perkara yang demikian lagi maha berkuasa atasnya.

Shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada Nabi kita Muhammad, para keluarganya dan para shahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari akhir.

Diterjemahkan Oleh Al Ustadz Abu ‘Isa Nurwahid dari Kitab Asilah Al Muhimmah
Sumber: Buletin Dakwah Al Atsary, Semarang Edisi 15/1427H
Dikirim oleh Al-Akh Dadik via email

Judul asli:
NASEHAT (BAGI KAUM MUSLIMIN DALAM MENYIKAPI) TAHUN YANG PENUH DENGAN TERJADINYA GEMPA BUMI/BENCANA 
Sebagaimana dinukil www.darussalaf.org

link : http://ghuroba.blogsome.com/2008/04/05/nasehat-bagi-kaum-muslimin-dalam-menyikapi-tahun-yang-penuh-dengan-gempa-bumi-dan-bencana-alam/

B E R P U A S A... T A P I T A K B E R P A H A L A !?



Membaca judul di atas kita mungkin bertanya, bagaimana mungkin ada orang berpuasa tetapi tidak berpahala?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita ikuti penjelasan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini .

عن أَبي هريرة - رضي الله عنه - ، قَالَ النبيُّ - صلى الله عليه وسلم - : (( مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ في أنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ )) رواه البخاري

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:”Barang siapa tidak meninggalkan ucapan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan dia meninggalkan makan dan minum.” (HR.Al-Bukhari)

قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( رب صائم ليس له من صيامه إلا الجوع . ورب قائم ليس له من قيامه إلا السهر )

“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:“Berapa banyak orang yang berpuasa tetapi bagian atau balasan dari puasanya adalah lapar dan haus saja, dan betapa banyak orang yang shalat malam (tarawih) tetapi bagian atau balasan dari shalatnya hanyalah capai dan kantuk saja”(HR.Ibnu Majah, ad-Darimi, Ahmad, al-Baihaqi dengan sanad shahih)

Kandungan hadits :
1.Allah Ta’ala tidak membutuhkan puasanya orang-orang yang tidak bisa menjaga lisan dan anggota badannya dari hal-hal yang diharamkan.

2.Hakekat puasa yang sebenarnya adalah menjauhi segala sesuatu yang bisa merusak puasa dan merusak pahala puasa, yaitu dengan menjauhi hal-hal yang diharamkan oleh Allah Ta’ala, sebagaimana sabda Rasulallah shallallahu ‘alaihi wasallam,


ليس الصيام من الأكل و الشرب إنما الصيام من اللغو و الرفث فإن سابك أحد أو جهل عليك فقل إني صائم إني صائم .

“Puasa bukanlah sekeadar meninggalkan makan dan minum saja, akan tetapi puasa (yang sebenarnya) adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak berguna dan perkataan jorok/keji, maka apabila ada yang mencacimu atau atau berbuat jahil kepadamu maka katakanlah:”Sesungguhnya aku sedang berpuasa, Sesungguhnya aku sedang berpuasa.” (HR.Ibnu Khuzimah, al-Hakim dengan sanad shahih)

Ibnul Qoyyim al-Jauziyah rahimahullah berkata di dalam kitab al-Waabilush Shayyib:”Orang yang berpuasa adalah orang yang menahan organ-organ tubuhnya dari perbuatan dosa,lidahnya dari berbohong,ucapan keji, dan palsu, perutnya dari makan dan minum dan kemaluannya dari perbuatan tidak senonoh. Jika berbicara,dia tidak berbicara dengan pembicaraan yang dapat menodai puasanya. Jika berbuat,dia tidak berbuat sesuatu yang dapat merusak puasanya. Maka yang keluar dari lisannya hanyalah perkataan yang baik dan bermanfaat. Demikian pula amal perbuatannya. Semua amal perbuatannya bagaikan bau harum minyak kasturi yang dihirup oleh setiap orang yang duduk bersamanya. Dengan demikian, orang yang berpuasa memberi manfaat kepada siapa pun yang bergaul dengannya, karena dia kan bisa memberikan rasa aman di hati orang yang bergaul dengannya dari kepalsuan,kebohongan, kejahatan,dan kezhaliman.

Inilah puasa yang disyari’atkan dalam Islam, bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, dan inilah puasa yang bisa membentuk pribadi-pribadi yang bertaqwa yang menjadi tujuan disyari’atkannya puasa Ramadhan.sebagaiman firman Allah Ta’ala:


يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ {183}

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah:183)

Oleh karena itu, puasa berarti menahan diri dari dosa-dosa, bukan menahan perut dari makan dan minum saja. Sebagaimana makan dan minum yang memutuskan dan merusak puasa, demikian pula dosa-dosa dapat memutuskan pahala puasa dan merusak buahnya sehingga membuat dia seperti orang yang tidak berpuasa.
(Syarah Riyadhush Shalihin,hal.109-110,Pustaka Imam Syafi’i,dengan sedikit perubahan)

Saturday, September 5, 2009

JILBAB YANG MEMENUHI SYARAT



Ada beberapa syarat yang harus kita penuhi dalam memakai jilbab.
Pertama,kerudung yang dikenakan harus yang menutupi dada.

“…Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudungnya ke dada-dada mereka…”(Qs,An-Nur:31)

Tuh kan..yang namanya jilbab itu menutupi dada,bukan Cuma nutupin rambut dan leher.kita juga harus perlu menutupi dada kita,’cause di sana ada benda yang banyak menarik perhatian orang,sekalipun hanya terlihat bentuknya saja.ini adalah fakta bahwa para cowok itu ternyata menyukai ‘sekwilda’ alias sekitar wilayah dada.Jadi kamu musti hati-hati melindungi areamu girls,,Emang kamu mau dipelototin dgn kurang ajar gara2 jibabmu nggak nutup sampai ke dadamu?
Naudzubillah…jgn mau,,jgn mau,,!Sayang diri atuh!

Ini ayat Allah lho ,Girls,berarti musti dan wajib dikerjakan.Jangan sampai karena mode lagi ngunggulin model tertentu yang tidak sesuai ketentuan allah ini,lantas kamu melanggar perintah aLLah.Lets back to Al-Qur’an ,OK!
Jgn takut dibilang kuper atau ketinggalan zaman.sah sah aja kamu ikut mode,asalkan tidak menyalahi aturan aLLah,misalnya jilbabmu bercorak,atau ada bunga-bunga bordirnya,dan masih banyak cara lain lagi.Hanya satu yang perlu kamu ingat baik-baik,mengikuti trend tidak akan bisa mengantarkan kita masuk surga!

Kedua,jilbab tidak transparan,tipis dan menggambarkan apa yang ada dibalik jilbab.
Sekarang ini banyak sekali model-model jilbab yang hanya mengunggulkan unsur estetika tanpa mempedulikan unsur syar’i nya.Jilbab hanya dikenakan sebagai penutup kepala,jadi setipis apapun bahannya,setransparan apapun kainnya,yang penting indah dipandang mata.Astagfirullah..kita sebagai sesama wanita wajib mengelus dada!,kenapa,sebab yang dipakai wanita –wanita zaman sekarang ini sudah diramalkan oleh Rosulullah saw.jauh sejak ratusan tahun yang lalu sebagai wanita wanita ahli neraka.

Dari Abu Hurairoh ra berkata:sabda Rosulullah saw:
“Ada dua golongan ahli neraka yang aku pernah melihatnya,yaitu kaum lelaki memegang cemeti bagaikan ekor sapi dipukulkan pada orang lain,dan perempuan2 yang berpakaian tetapi pada hakikatnya telanjang,berlenggak lenggok,kepala mereka seperti punuk2 unta yang miring.Mereka tidak bisa masuk surga dan tidak bisa merasakan baunya,padahal bau surga itu sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian,sekian”(HR,Ahmad dan Muslim).

Ketiga,tidak ketat dan menonjolkan bagian2 kepala..misalnya rambut disanggul tinggi hingga tampak seperti punuk2 unta seperti yang disebutkan dalam hadits diatas,meskipun tidak tipis dan transparan.Nah,sekali lagi kita lihat bahwa Rosulullah saw itu tidak bicara semata hawa nafsu atau keinginannya saja,namun atas bimbingan dari aLLah.Kalau enggak,mana mungkin beliau bisa mengatakann apa yang pada masa sekarang ini menjamur dimana-mana.Tul nggak,sekarang ini bisa kamu lihat betapa banyaknya wanita wanita yang berpakaian tetapi pada hakikatnya telanjang,juga wanita2 yang menyanggal rambut2 mereka,menyasaknya hingga tinggi2,digelung kesana kemari seperti punuk2 onta.Masya allah…itu yang nggak pake jilbab,Trus yang berjilbab namun memakai jilbab dengan tetap menonjolkan bentuk sanggul dibalik jilbabnya,ya sama saja!Hati-hati saudariku,hati-hati…
Jangan kita merasa ‘sudah aman’ hanya dengan mengenakan ‘penutup rambut’.Kita harus perhatikan pula unsur’menutupnya’.Apakah dengan memakainya,rambut kita benar2 tertutup dan tidak kelihatan,apakah bentuk sanggulannya benar2 tak nampak dan sebagai nya.Jadi,tetap sama saja dengan wanita wanita yg tak dapat masuk surga,sekalipun hanya mencium baunya..na’udzubillah..
Mari kita berlindung kpd aLLah dari hal yang semacam itu.
So girls,sekarang kamu sudah tahu ilmu tentang jilbab.
Selamat mempraktikkan dan merubah ya,,,

Doakanlah Saudaramu di Saat Dia Tidak Mengetahuinya



Inilah mungkin yang banyak dilupakan oleh banyak orang atau mungkin belum diketahui. Padahal di antara do’a yang mustajab (terijabahi/ terkabul) adalah do’a seorang muslim kepada saudaranya.
Berikut kami bawakan beberapa hadits yang shahih yang dibawakan oleh Bukhari dalam kitabnya Adabul Mufrod. Bukhari membawakan bab dalam kitabnya tersebut: Bab278- Do’a Seseorang kepada Saudaranya di Saat Saudaranya Tidak Mengetahuinya. Semoga bermanfaat.

Hadits pertama

Dari Abu Bakar Ash Shidiq radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

"إن دعوة الأخ في الله تستجاب"

“Sesungguhnya do’a seseorang kepada saudaranya karena Allah adalah do’a yang mustajab (terkabulkan) .“
(Shohih secara sanad)

Hadits kedua

Dari Shofwan bin ‘Abdillah bin Shofwan –istrinya adalah Ad Darda’ binti Abid Darda’-, beliau mengatakan,

قدمت عليهم الشام، فوجدت أم الدرداء في البيت، ولم أجد أبا الدرداء. قالت: أتريد الحج العام ؟ قلت : نعم. قالت: فادع الله لنا بخير؛ فإن النبي صلى الله عليه وسلم كان يقول

“Aku tiba di negeri Syam. Kemudian saya bertemu dengan Ummud Darda’ (ibu mertua Shofwan, pen) di rumah. Namun, saya tidak bertemu dengan Abud Darda’ (bapak mertua Shofwan, pen). Ummu Darda’ berkata, “Apakah engkau ingin berhaji tahun ini?” Aku (Shofwan) berkata, “Iya.”
Ummu Darda’ pun mengatakan, “Kalau begitu do’akanlah kebaikan padaku karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,”

: "إن دعوة المرء المسلم مستجابة لأخيه بظهر الغيب، عند رأسه ملك موكل، كلما دعا لأخيه بخير، قال: آمين، ولك بمثل". قال: فلقيت أبا الدرداء في السوق، فقال مثل ذلك، يأثر عن النبي صلى الله عليه وسلم.

“Sesungguhnya do’a seorang muslim kepada saudaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah doa’ yang mustajab (terkabulkan) . Di sisi orang yang akan mendo’akan saudaranya ini ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’anya. Tatkala dia mendo’akan saudaranya dengan kebaikan, malaikat tersebut akan berkata: Amin. Engkau akan mendapatkan semisal dengan saudaramu tadi.”

Shofwan pun mengatakan, “Aku pun bertemu Abu Darda’ di pasar, lalu Abu Darda’ mengatakan sebagaimana istrinya tadi. Abu Darda’ mengatakan bahwa dia menukilnya dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
(Shohih) Lihat Ash Shohihah (1399): [Muslim: 48-Kitab Adz Dzikr wad Du’aa’, hal. 88]

Hadits ketiga

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, beliau berkata bahwa seseorang mengatakan,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِمُحَمَّدٍ وَحْدَنَا

“Ya Allah ampunilah aku dan Muhammad saja!”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,

لَقَدْ حَجَبْتَهَا عَنْ نَاسٍ كَثِيرٍ

“Sungguh engkau telah menyempitkan do’amu tadi dari do’a kepada orang banyak.”
(Shohih) Lihat Al Irwa’ (171): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 27-Bab kasih sayang terhadap sesama manusia dan terhadap hewan ternak, dari Abu Hurairah]


Pelajaran yang dapat dipetik dari hadits-hadits di atas

Pertama: Islam sangat mendorong umatnya agar dapat mengikat hubungan antara saudaranya sesama muslim dalam berbagai keadaan dan di setiap saat.

Kedua: Do’a seorang muslim kepada saudaranya karena Allah di saat saudaranya tidak mengetahuinya adalah do’a yang sangat utama dan do’a yang akan segera terijabahi (mustajab). Orang yang mendo’akan saudaranya tersebut akan mendapatkan semisal yang didapatkan oleh saudaranya.

Ketiga: Ada malaikat yang bertugas mengaminkan do’a seorang muslim kepada suadaranya di saat saudaranya tidak mengetahuinya.

Keempat: Malaikat tidaklah mengaminkan do’a selain do’a dalam kebaikan.

Kelima: Sebagaimana terdapat dalam hadits ketiga di atas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingkari Arab Badui di mana dia membatasi rahmat Allah yang luas meliputi segala makhluk-Nya, lalu dibatasi hanya pada dirinya dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam saja.

Inilah beberapa pelajaran berharga dari hadits di atas. Janganlah lupakan saudaramu di setiap engkau bermunajat dan memanjatkan do’a kepada Allah, apalagi orang-orang yang telah memberikan kebaikan padamu terutama dalam masalah agama dan akhiratmu. Ingatlah ini!
Semoga Allah selalu menambahkan kepada kita ilmu yang bermanfaat.

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel http://rumaysho. com

Sumber: http://rumaysho. com/belajar- islam/amalan/ 2690-doakanlah- saudaramu- di-saat-dia- tidak-mengetahui nya-.html


Letak Kebahagiaan adalah di Hati ---Muhammad Abduh Tuasikal

BAGIAN 1 : KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGKAJI AL-QUR’AN


KEUTAMAAN MEMBACA DAN MENGKAJI AL-QUR’AN 

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: 

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab 
Allah subhanahu wata'ala dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengaan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah subhanahu wata'ala menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah 
kepada mereka dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS Fathiir 35:29-30) 

Telah saya sebut dari Usman bin Affan radhiallahu'anhu, katanya: rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: 

“Sebaik-baik kamu ialah orang yang belajar Al-Qur’an dan 
mengajarkannya.” 
(Riwayat Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim Al-Bukhari 
dalam shahihnya) 

Diriwayatkan daripada Aisyah radhiallahu'anha, katanya: Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: 

“Orang yang membaca Al-Qur’an sedangkan dia mahir 
melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama-sama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an, tetapi dia tidak mahir, membacanya tertegun-tegun dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari dan Abul Husain Muslim bin Al-Hujjaj bin Muslim Al-Qusyaiy An-Nisabury dalam dua kitab Shahih mereka.(Riwayat Bukhari & Muslim) 

Diriwayatkan daripada Abu Musa Al-Asy’aru radhiallahu'anhu, katanya: 
rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: 

“Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al-Qur’an 
adalah seperti buah Utrujjah yang baunya harum dan rasanya enak. 
Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al-Qur’an seperti buah 
kurma yang tidak berbau sedang rasanya enak dan manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Qur’an adalah seperti raihanah yang baunya harum sedang rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Qur’an adalah seperti hanzhalah yang tidak berbau sedang rasanya pahit.” (Riwayat Bukhari & Muslim) 

Diriwayatkan dari Umar bin Al-Kattab radhiallahu'anhu, bahwa Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: 

“Sesunggunya Allah subhanahu wata'ala mengangkat derajat beberapa
golongan manusia dengan kalam ini dan merendahkan derajat golongan 
lainnya.” (Riwayat Bukhari & Muslim) 

Diriwayatkan daipada Abu Umamah radhiallahu'anhu, katanya: Aku medengar Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: 

“Bacalah Al-Qur’an karena dia akan datang pada hari 
Kiamat sebagai juru syafaat bagi pembacanya.” (Riwayat Muslim) 

Diriwayatkan dari pada Ibnu Umar radhiallahu'anhu, dari pada Nabi shallallahu'alaihi wa sallam Baginda Bersabda: 

“Tidak bisa iri hati, kecuali kepada dua macam orang: yaitu 
orang lelaki yang diberi Allah subhanahu wata'ala pengetahuan tentang Al-Qur’an dan diamalkannya sepanjang malam dan siang; dan orang lelaki yang dianugerahi Allah subhanahu wata'ala harta, kemudian dia menafkahkannya sepanjang malam dan siang.” (Riwayat Bukhari & Muslim) 

Telah saya sebut pula dari Abdullah bin Mas’ud radhiallahu'anhu dengan lafaz: 

“Tidak bisa iri hati, kecuali kepada dua macam orang: yaitu 
orang lelaki yang dianugerahi Allah subhanahu wata'ala harta, kemudian dia membelanjakannya dalam keperluan yang benar. Dan orang lelaki yang dianugerahi Allah subhanahu wata'ala hikmah (Ilmu), kemudian dia memutuskan perkara dengannya dan mengajarkannya.” 

Diriwayatkan daripada Abdullah bin Mas’ud radhiallahu'anhu, katanya: Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: 

“Barangsiapa membaca satu huruf Kitab Allah, maka dia 
mendapat pahala satu kebaikan sedangkan satu kebaikan dibalas sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf, tetapi Alif, satu huruf dan Lam satu huruf serta Mim satu huruf.” (Riwayat Abu Isa Muhammad bin Isa At-Tirmidzi dan katanya: hadits Hasan Shahih) 

Diriwayatkan daripada Abu Said Al-Khudri radhiallahu'anhu daripada NabI shallallahu'alaihi wa sallam Baginda bersabda, Allah berfirman: 

“Barangsiapa disibukkan dengan mengkaji Al-Qur’an dan 
menyebut nama-Ku, sehingga tidak sempat meminta kepada-KU, maka Aku berikan kepadanya sebiak-baik pemberian yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta. Dan keutamaan kalam Allah atas perkataan lainnya adalah seperti, keutamaan Allah atas makhluk-Nya. (Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits hasan) 

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas radhiallahu'anhu, katanya: Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda: 

“Sesungguhnya orang yang tidak terdapat dalam rongga 
badannya sesuatu dari Al-Qur’an adalah seperti rumah yang roboh.” 
(Riwayat Tirmidzi dan katanya: hadits hasan sahih) 

Diriwayatkan daripada Abdullah bin Amrin Ibnul Ash radhiallahu'anhu dari pada Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

“Dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an, bacalah dan naiklah 
serta bacalah dengan tartil seperti engkau membacanya di dunia karena 
kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca.” 
(Riwayat Abu Dawud, Tirmidzi dan Nasa’I, Tirmidzi berkata, hadits 
hasan sahaih) 

Diriwayatkan dari Mu’adz bin Anas radhiallahu'anhu bahwa Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkan isinya, 
Allah memakaikan pada kedua orang tuanya di hari kiamat suatu mahkota yang sinarnya lebih bagus dari pada sinar matahari di rumah-rumah di dunia. Maka bagaimana tanggapanmu terhadap orang yang mengamalkan ini.” (Riwayat Abu Dawud) 

Ad-Darimi meriwayatkan dengan isnadnya dari Abdullah bin mas’ud 
dari pada Nabi shallallahu'alaihi wa sallam: 

“Bacalah Al-Qur’an karena Allah tidak menyiksa hati yang 
menghayati Al-Qur’an. Dan sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah jamuan Allah, maka siapa yang masuk di dalamnya, dia pun aman. Dan siapa mencintai Al-Qur’an, maka berilah kabar gembira.”

Diriwayatkan daripada Abdul Humaidi Al-Hamani, katanya: “Aku bertanya kepada Sufyan Ath-Thauri, manakah yang lebih engkau sukai, orang yang berperang atau orang yang membaca Al-Qur’an?” Sufyan menjawab: 
“Membaca Al-Qur’an. Karena Nabi saw bersabda. ‘Orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” 
== 

Saudariku Muslimah, Jadilah Istri yang "Shalihah"


Sebagai muslimah, kapankah ukhti menemukan kesempurnaan dan kebahagiaan diri? Ukhti tentu merasa sempurna manakala ukhti sudah menikah dan bisa menjadi istri yang baik sesuai tuntunan Islam. Kebahagiaan ukhti pun semakin lengkap, tidak hanya di dunia, tetapi juga di Akhirat InsyaAllah.

Kehidupan berkeluarga memiliki hak dan kewajiban, untuk menumbuhkan tolong menolong, cinta dan kasih sayang. Allah telah memberikan kepada wanita hak-haknya sebagai seorang istri dari suaminya. Seorang istri harus baik dalam memperlakukan suaminya sebagaimana kebiasaan wanita yang melakukan kebaikan kepada suaminya. Seperti taat, berhias, mencintai dan menyayangi keluarga suaminya. Allah memuji wanita mukmin yang shalihah dan mentaati suaminya serta menjaga kemuliaannya di saat suaminya tidak berada di sampingnya. Allah berfirman : " ...Maka perempuan-perempuan yang shalihah adalah mereka yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika (suaminya) tidak ada, karena Allah telah menjaga (mereka). (QS. An-Nisaa' : 34)

Al-Qaanitat adalah wanita yang taat kepada Allah dan taat kepada suaminya ketika diperintah untuk sesuatu yang bukan maksiat kepada Allah. (Tafsiir Ibnu Jarir ath-Thabari (IV/62, no. 9320). Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah." (Hadits shahih : Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1467), an-Nasa-i (VI-69), Ahmad (II/168), Ibnu Hibban (no. 4020-at-Ta'liqaatul Hisaan) dan al-Baihaqi (VII/80) dari 'Abdullah bin 'Amr Radhiyallaahu 'anhuma).

Al-Hafizhat adalah wanita yang menjaga kehormatan suaminya ketika dia tidak berada di sampingnya. Dia tidak akan melakukan pengkhianatan kepada diri dan harta suaminya. Seorang mukmin tidak mengambil manfaat setelah iman kepada Allah melebihi istri yang bisa membantunya dalam ketaatan kepada Allah. Apabila ia memandang kepadanya, ia menyenangkan hatinya. Bila menyuruhnya, ia taat. Bila memerintah, ia patuh. Dan bila ia tidak ada di sampingnya, ia menjaga harta dan anaknya. Karenanya ia mendapatkan kasih sayang.

Dalil semua ini sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah, ia berkata : "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Sebaik-baik wanita adalah yang menyenangkan suami apabila ia melihatnya, mentaati apabila suami menyuruhnya dan tidak menimbulkan sesuatu yang dibenci pada dirinya dan hartanya ketika ia ditinggalkan."(Hadits Diriwayatkan oleh an-Nasa-i (VI/68), al-Hakim (II/161) dan Ahmad (II/251, 432, 438), dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu. Lihat ash-Shahiihah (no. 1838).

Ketahuilah!, wahai ukhti muslimah bahwasanya sebaik-baik buah yang dipetik laki-laki dalam hidupnya adalah ia memiliki istri shalihah yang memiliki akhlak yang mulia, beragama yang benar, mentaati suaminya dan menyenangkannya dengan melihat kebersihan dirinya, kebaikan dan kecantikan perilakunya. Jika ia menyuruhnya untuk sesuatu yang di syariatkan, ia mentaatinya, tidak menentang, tidak menyombongkan diri dan menjaga dirinya ketika suaminya ada atau ketika ia tidak ada disampingnya.

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda : "Empat hal yang merupakan kebahagian : isteri yang shalihah, tempat tinggal yang luas, tetangga yang baik dan kendaraan yang nyaman. Dan empat hal yang merupakan kesengsaraan : tetangga yang jahat, isteri yang buruk, tempat tinggal yang sempit dan kendaraan yang jelek." (Hadits shahih : Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (no. 4021-at-Wa'liiqatul Hisaan 'ala Shahih Ibni Hibban) dari hadits Sa'ad bin Abi Waqqash secara marfu'. Lihat Silsilah ash-Shahiihah (no. 282).

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam menekankan hak suami untuk ditaati oleh istrinya agar ia bisa mewujudkan tolong menolong, kerukunan dan berlangsungnya cinta dan kasih sayang demi langgengnya kehidupan berumah tangga. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Seandainya saya (boleh) menyuruh seseorang untuk sujud kepada seseorang, niscaya saya akan menyuruh wanita untuk sujud kepada suaminya." (Hadits riwayat At-tirmidzi (1159), Ibnu Hibban (1291), dan Al-Baihaqi (7/291) dari jalur Muhammad bin Amru dari Abi Salamah dari Abu Hurairah marfu'.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Bila seseorang mengajak istrinya ke tempat tidurnya (untuk berhubungan), dan ia menolak untuk memenuhinya, kemudian suaminya bermalam dalam keadaan marah, maka ia dilaknat oleh Malaikat hingga pagi." (Hadits Riwayat Al-Bukhari (9/258) dan Muslim (1436).

Ingatlah wahai ukhti muslimah! Laki-laki menanggung beban bekerja dan nafkah untuk ukhti. Maka ukhti harus menjaga rumahnya dan memberikan pelayanan serta mengatur urusannya. Para istri Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam dan putri beliau (Fatimah) dan istri-istri Sahabat beliau melakukan pekerjaan rumah, mengurus anak dan mendidiknya, menyiapkan makanan dan menyuguhkannya, serta memberikan segala yang bisa memberikan ketenangan dan ketentraman bagi keluarga.

Engkau -Wahai ukhti muslimah- wajib senantiasa berusaha membuat suami menjadi ridha, memberikan kesenangan dalam hatinya dengan ketaatan, penampilan yang baik, aroma yang harum dan lainnya. Ukhti jangan menyambut kedatangannya dengan baju yang mengeluarkan bau bawang. Tetapi gunakanlah baju yang rapi, dengan warna indah yang menyenangkan hati dan mengeluarkan aroma wewangian. Beritakan sesuatu yang baik. Jangan menyambutnya dengan pengaduan dan keluhan. Usahakan dia tidak melihat diri ukhti kecuali yang meridhainya. Dan janganlah ukhti menjadi penyebab kemarahan atau sakit hatinya.

Ketahuilah wahai ukhti muslimah! Dari Abdurrahman bin 'Auf, ia berkata : "Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Apabila wanita shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan mentaati suaminya, maka dikatakan kepadanya : "Masuklah ke pintu-pintu Surga lewat pintu mana saja yang anda suka." (Hadits shahih riwayat Ibnu Hibban (1296) dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah (6/308).

Adapun wanita yang menyakiti suaminya maka para bidadari akan mendoakan kecelakaannya. Diriwayatkan dari Mu'adz bin Jabal, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Tidak ada seorang wanita yang menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya yang dari bidadari berkata : "Jangan menyakitinya. Betapa celakanya kamu. Dia hanyalah titipan buatmu yang sebentar lagi dia akan berpisah denganmu dan datang kepada kami." (Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi, 1174 dan Ibnu Majah, 2014).

Ketahuilah wahai ukhti muslimah! Bahwasanya termasuk diantara tanda-tanda kebesaran Allah yang dengannya ukhti diciptakan untuk lelaki adalah ukhti menjadi sakan (villa yang nyaman) baginya, setelah sempurna ikatan suami-istri antara ukhti dengannya. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman : "Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum:21).

Dan Juga ketahuilah wahai ukhti muslimah, Sebaik-baik teman di dunia adalah istri yang shalihah, beriman dan selalu membantu suaminya dalam menjalankan agamanya. Imam Ahmad, Ibnu Majah -dan hadits ini juga tercantum dalam Shahih Al-Jami'- dari Tsauban Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Ketika turun ayat yang berbicara tentang emas dan perak mereka berkata, "Harta apa lagi yang bisa kita miliki?' Maka Nabi Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda : "Hendaklah kalian memiliki hati yang selalu bersyukur, lisan yang selalu berdzikir dan istri shalihah yang selalu membantumu dalam melaksanakan urusan dunia dan agamamu adalah sebaik-baik anugerah yang di dapat oleh manusia."

Istri shalihah adalah jannah kebahagiaan yang dapat melepas kesedihan yang engkau rasakan. Sesungguhnya wanita yang shalilah, beriman, bertakwa dan wara' sama seperti Binti Khuwailid (Khadijah) Radhiyallahu 'anha yang beriman kepada Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam ketika orang-orang kafir ingkar terhadapnya, membenarkan beliau Shalallahu 'alaihi wa sallam ketika orang-orang mendustakannya, mendukungnya dengan harta ketika orang-orang menahan harta terhadapnya. Khadijah menjadi sebaik-baik penolong bagi Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam sehingga beliau tegar menghadapi segala kesulitan dan kesempitan.

Istri shalilah juga akan sama seperti Khansaa' Radhiyallahu 'anha yang mengutus keempat anaknya berjihad fi sabilillah. Dan ketika deiberitahukan kepadanya berita kesyahidan keempat anaknya, ia berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan syahadah (mati syahidnya) mereka dan aku berharap kepada Allah agar mengumpulkan aku bersama mereka dalam naungan rahmat-Nya."

Semoga kita bisa menjadi istri-istri shalihah, seperti yang telah di contohkan para shahabiyah dan ummahatul mu'minin yang telah memberikan qudwah kepada kita para muslimah. Amin...


Maroji' :

* Qur'anul Karim dan Terjemahannya
* Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah, Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Pustaka At-Taqwa
* Bila Pasangan Seindah Impian (terj.), Nadaa Abu Ahmad, Pustaka At-Tibyan
* Untukmu yang Merindukan Keluarga Sakinah, Abu Zahroh al-Anwar, Pustaka Al-Furqon
* Etika Kepada Suami (terj.), Shafa' Jalal, Pustaka Elba

Tusuk Gigi Menahan Luapan Kuah


Agar kuah sup, saus dan segala air rebusan tidak tumpah saat dimasak dan membuat kotor kompor Anda, selipkan tusuk gigi di antara panci dan tutupnya. Air rebusan tak akan meluap keluar karena Anda sudah membuat "ruang" kecil sehingga udara bisa keluar.

MEMBUAT SANTAN KELAPA YANG KENTAL



Untuk menghemat waktu dalam memeras santan dan menghasilkan santan yg lebih kental ada cara yg mudah & cepat. Siapkan kelapa parut. Ambil 1/4 bagian dan masukkan ke dalam blender, beri air secukupnya, lalu blender selama 2 menit. Setelah itu sari...ng dalam wadah. Lakukan dg cara yg sama utk sisa kelapa parut yg lain.