Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Tuesday, September 20, 2011

Atasi Nyeri Haid Dengan Yoga

Sumedang - Latihan yoga dipercaya dapat menyembuhkan banyak hal. Dengan berlatih yoga, keseimbangan tubuh seseorang dapat kembali. Kini banyak perempuan yang berlatih yoga untuk menghilangkan nyeri saat menstruasi.

Nyeri saat menstruasi terjadi karena otot-otot sekitar perut dan pelvic yang kejang. Nyeri ini biasanya terasa pada tiga hari pertama menstruasi. Ada beberapa posisi yoga yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. Apa saja itu, pengen tau, klik link download berikut: http://www.enterupload.com/4awmbwnfwet5/Atasi_Nyeri_Haid_Dengan_Yoga.rar.html

Mitos Seputar Tubuh

Sumedang - Banyak mitos yang beredar saat ini, termasuk mitos-mitos seputar tubuh kita. Mitos yang beredar dari mulut ke mulut baik berasal dari teman atau orang tua sebaiknya jangan ditelan mentah-mentah.

Tidak selalu mitos itu benar. Beberapa mitos dapat dibuang mentah-mentah setelah sebuah penelitian menghasilkan jawaban. Agar Anda tidak terlihat bodoh dengan mempercayai mitos seputar tubuh, sebaiknya Anda mengetahui kebenarannya. Pengen tahu mitos apa sajakah itu? Klik link download berikut ya... : http://www.enterupload.com/nidl5tip9bwz/Mitos_Seputar_Tubuh.rar.html

Monday, September 19, 2011

Perawatan ala Spa Mewah di Rumah

Sumedang - Tidak perlu harus ke salon atau hotel untuk mendapatkan perawatan spa. Dengan bahan-bahan sederhana yang bisa didapatkan di dapur rumah sendiri, Anda pun dapat melakukan perawatan seluruh tubuh.

Seperti dirangkum dari Glamour berikut ini beberapa perawatan yang bisa Anda lakukan di rumah. Pengen tau
SELENGKAPnya, klik link download berikut: http://www.enterupload.com/2ychof7jabn4/Perawatan_ala_Spa_Mewah_di_Rumah.rar.html

Sunday, September 18, 2011

7 Perlengkapan Salon Yang Wajib Dimiliki di Rumah

Sumedang - Kesibukan yang padat membuat wanita hanya menghabiskan sedikit waktunya di rumah. Sehingga jika sudah berada di rumah mereka malas untuk pergi keluar rumah. Banyak dari wanita dan para ibu ingin menghabiskan waktunya bersama keluarga atau sekedar berleha-leha di rumah.

Sementara mereka tetap ingin merawat diri, khususnya rambut. Solusinya adalah dengan membawa perlengkapan salon ke rumah. Apa saja perlengkapan yang wajib Anda miliki?
INI DIA! Klik link download berikut: http://www.enterupload.com/yehxaaxda7m7/7_Perlengkapan_Salon_Yang_Wajib_Dimiliki_di_Rumah.rar.html

Tips Manicure & Pedicure di Rumah

Sumedang - Keindahan dan kebersihan kuku wajib dijaga. Apalagi Anda sering bertemu dan berkenalan dengan banyak orang. Jari dan kuku yang terlihat bersinar memberikan kesan pertama yang baik.

Bukan hanya tangan saja yang perlu mendapatkan perawatan manicure, jari-jemari kaki pun wajib pedicure. Marsha Bialo, seorang Manicurist Selebriti di Los Angeles, mengatakan, "Aada dua alasan utama mengapa kaki harus mendapatkan pedicure, yang pertama untuk membuat kaki bersih, yang kedua untuk mendapatkan jemari kaki yang seksi saat memakai sandal atau sepatu terbuka."

Namun bila anda tak punya cukup waktu untuk manicure dan pedicure di salon, perawatan kuku ini bisa juga dilakukan sendiri di rumah. Alat-alatnya lebih terjamin, biayanya pun lebih murah. Anda hanya perlu melakukan beberapa persiapan.

Pengen tau PERSIAPAN & PANDUANnya, klik link download berikut: http://www.enterupload.com/ob5jnur59cp1/Tips_Manicure_&_Pedicure_di_Rumah.rar.html

6 Perawatan Kecantikan dengan Alpukat

Sumedang - Alpukat memiliki sejuta manfaat bagi kecantikan kulit. Buah yang lezat ini mengandung minyak yang dapat menyehatkan kulit. Kandungan lemak esensial, vitamin C, E dan nutrisi lainnya dapat berfungsi sebagai antioksidan, antibakteri dan efek anti kerut untuk membuat kulit tetap muda.

Dikutip dari Times of India, alpukat juga mampu mencegah pertumbuhan bakteri pada kulit yang menyebabkan jerawat, dan melembabkan serta melindungi kulit dari kekeringan. Selain itu alpukat mampu menangkal efek buruk sinar ultraviolet dan cocok untuk semua jenis kulit, termasuk mengobati masalah kulit sensitif.

Ada banyak cara untuk merawat kecantikan kulit menggunakan alpukat. Berikut ini tips mempercantik diri dari ujung rambut hingga ujung kaki, seperti dikutip dari All Women Stalk. Pengen tau
RAHASIAnya klik link download berikut: http://www.enterupload.com/pd9kba6t94i2/6_Perawatan_Kecantikan_dengan_Alpukat.rar.html

Tuesday, January 5, 2010

Belajar Efektif Menjelang Tes


Tips di bawah ini akan membantu kamu-kamu dalam menghadapi test atau ujian akhir. Yang penting, bukan working harder, tapi studying smarter.

1.Persingkat Catatan Pelajaran
Agar ujian bisa sukses, kunci pertama adalah cara kita mencatat pelajaran dari guru. Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang dan bertele-tele. Sebaliknya, kita harus belajar hanya mencatat pokok-pokok kunci dari materi yang diberikan guru. Karena mencatat dan menulis tidak mungkin dilakukan pada saat yang sama, pada saat guru berhenti sebentar ketika mengajar, langsung buat pokok-pokok materi di buku atau kertas. Malamnya, sediakan waktu 5 menit setiap hari untuk membaca ulang catatan pokok-pokok pelajaran. Dijamin, kamu tidak akan terkantuk-kantuk membacanya. Mengerti Seluruh Materi Ujian Sehari sebelum ujian dimulai, langsung tanya guru materi apa saja yang kamu masih tidak begitu paham. Mungkin proses kimia, pembuatan matriks atau beda novel dan cerber. Apapun. Tanyakan segera. Dengan cara ini, kamu secara psikologis sudah siap mental karena meskipun belum terhapalkan, secara konsep , tidak ada materi yang belum dipahami.

2.Pilih Waktu Belajar Yang Tepat.
Seringkali kita memutuskan untuk tidur dulu 1-2 jam sebelum bangun dan belajar, Salah Besar. Kenapa? Karena apabila kita belajar pada saat badan masih segar, paling bagus sebelum makan malam dan beberapa jam sesudahnya, proses belajar akan lebih cepat. Sehingga kita tidak perlu belajar sampai larut malam. Hasilnya, karena tidur cukup, pada saat kita mengerjakan tes keesokannya, badan jauh lebih segar dan ingatan lebih lancar. Dijamin.

3.Bentuk Kelompok Belajar
Walau kedengarannya kuno, metode kelompok belajar tetap efektif. Caranya , adalah kumpulkan 4-5 orang teman dalam satu kelompok belajar. Kemudian, bagi rata materi yang akan ditanyakan dalam tes kepada setiap anggota. Kemudian, setiap anggota diharuskan mempelajari materi yang telah dipilih hingga paham dan mengajarkan ulang ke anggota kelompok belajar lainnya. Setiap anggota harus benar-benar mengerti topik yang diajarkan salah seorang temannya sebelum pindah giliran. Dengan cara ini, dijamin kamu tidak akan mengantuk. Karena suasana belajar, yang memang sedikit membosankan, akan jauh lebih fun.

4.Pilih Tempat Belajar Yang Tenang
Kunci lainnya dalam belajar adalah jangan pilih tempat belajar yang berisik dan banyak gangguan. Satu lagi, matikan televisi dan radio sewaktu belajar.

5.Pelajari Materi Yang Masih Belum Dipahami
Jangan buang-buang waktu mempelajar item yang sudah kamu kuasai. Ganti dengan memilih materi yang masih belum dimengerti dan pelajari terus sampai akhirnya kamu bisa membuat konsep dengan bahasa kamu sendiri.

6.Buat Rencana Belajar
Mulai belajar dengan membuat daftar target yang ingin kamu capai. Misal, 1. Baca ulang kesimpulan bab. 2. Menghapal Vocabulary. 3. Pilih satu konsep materi, seperti proses pencernaan hewan berkaki empat, dan buat target untuk bisa menjelaskan ulang konsep itu dengan lengkap. Setelah daftar target lengkap, mulai belajar sesuai urutan daftar. Hanya berpidah ke target nomor dua apabila target nomor satu telah tercapai.

7.Jangan Lupa Istirahat
Belajar tanpa jeda juga dilarang lho. Setiap 30-45 menit, berdiri,berjalan keliling ruangan atau kalau mau dance juga dibolehkan. Kalau mau nyemil, juga boleh asal jangan terlalu banyak. Setelah itu, kembali lagi ke buku. Terakhir, jangan stress. Just do your best. Kalau kamu sudah melakukan tip-tip diatas, sebenarnya kamu sudah memperbesar peluang untuk bisa mencapai skor yang bagus. Good Luck.

Monday, January 4, 2010

Ramuan Alami untuk Atasi Kapalan


VIVAnews - Kapalan (callules) sering terjadi pada tangan ataupun kaki. Pada kaki biasanya terjadi karena menggunakan sepatu atau sandal yang terlalu sempit ataupun tidak benar. Sedangkan pada tangan, jika Anda melakukan pekerjaan tertentu secara terus-menerus yang menekan permukaan kulit.
Untuk mengatasi kapalan selain menggunakan krim khusus, Anda juga bisa memanfaatkan bahan-bahan alami. Ikuti tips berikut untuk mengatasi masalah kapalan, baik pada tangan maupun kaki.
- Lemon
Perasan jeruk lemon segar bisa mengatasi rasa nyeri yang biasanya muncul pada kapalan. Bersihkan area yang mengalami kapalan. Lalu, oleskan area yang kapalan dengan perasan jeruk lemon, dan diamkan selama satu malam.
- Pepaya mentah
Pepaya mentah juga bisa Anda gunakan untuk mengatasi kapalan. Caranya haluskan beberapa potong pepaya mentah menggunakan blender. Lalu, tempelkan pepaya halus tersebut pada area yang kapalan, tiga kali sehari.
- Bawang putih
Campuran vitamin e yang berbentuk minyak bisa sangat efektif untuk mengatasi kapalan jika dicampur dengan bawang putih. Haluskan bawang putih kemudian campur dengan minyak vitamin E. Tempelkan dengan menggunakan kapas dan diamkan selama satu malam.
- Kentang
Kapalan juga bisa diatasi dengan kentang. Parutlah kentang hingga teksturnya sedikit halus. Tempelkan di bagian yang kapalan dan tutup dengan kain kassa. Diamkan selama dua hingga tiga jam

20 Cara Menghargai Tubuh Sendiri


KOMPAS.com - Apakah Anda cukup puas dengan tubuh sendiri? Bila kurang puas, ikuti saran dari Margo Maine, Ph.D berikut ini:
1. Tubuh Anda adalah ciptaan Tuhan yang luar biasa, mulailah untuk menghargainya.
2. Buat daftar yang mencantumkan hal-hal yang dapat dilakukan tubuh Anda. Baca dan tambah terus daftar itu.
3. Sadari apa yang bisa dilakukan tubuh Anda setiap hari. Ingatlah bahwa tubuh adalah instrumen kehidupan, bukan sekadar hiasan
4. Buatlah daftar orang-orang yang Anda kagumi: orang yang banyak menyumbang hal positif dalam hidup Anda, di masyarakat dan di dunia. Perhatikan apakah penampilan fisik mereka tampak penting dalam menunjang kesuksesan dan pencapaiannya.
5. Berjalanlah dengan kepala diangkat, didukung rasa percaya diri.
6. Jangan biarkan berat badan atau postur tubuh menghalangi Anda menikmati kegiatan yang disukai.
7. Pakailah baju yang nyaman, disukai dan terasa enak di tubuh.
8. Hitung berkat yang Anda terima, bukan kemalangan-kemalangan.
9. Pikirkan hal-hal lain yang bisa dicapai dengan waktu dan energi yang dihabiskan untuk mengkhawatirkan badan dan penampilan.
10.Jadilah sahabat serta pendukung, bukan musuh bagi tubuh sendiri.
11.Pikirkan bahwa kulit Anda beregenerasi setiap bulan, perut setiap lima hari, liver setiap 6 minggu dan tulang setiap tiga bulan.
12.Setiap bangun tidur di pagi hari jangan lupa berterimakasih atas istirahat untuk tubuh sehingga tubuh terasa segar.
13.Setiap malam saat akan tidur jangan lupa berkata kepada tubuh Anda betapa berharganya tubuh, sehingga membantu melaksanakan tugas sehari-hari.
14.Temukan metode latihan olahraga yang Anda nikmati dan lakukan secara teratur. Tapi jangan berolahraga untuk menurunkan berat badan atau melawan tubuh sendiri. Lakukan olahraga untuk kesehatan dan kekuatan tubuh, karena membuat Anda nyaman.
15.Ingat kembali saat Anda merasa nyaman dengan tubuh Anda. Katakan pada diri sendiri Anda dapat merasa seperti itu lagi, bahkan pada usia yang tidak muda lagi.
16.Buatlah daftar 10 hal positif tentang diri sendiri tanpa menyebut penampilan fisik.
17.Buat tulisan dan tempel di kaca rias: saya tampil menarik dari dalam dan luar.
18.Cari hal-hal indah yang ada di dunia dan pada diri Anda sendiri.
19.Mulailah berkata pada diri sendiri: hidup itu terlalu singkat untuk menghabiskan waktu membenci tubuh sendiri.
20.Makanlah ketika lapar dan istirahat ketika lelah. Carilah teman-teman yang bisa mengingatkan akan kecantikan luar dan dalam yang ada pada diri Anda. @diy

7 Rahasia Agar Rambut Sehat


KOMPAS.com - Berikut ini tip dari tradisi Ayurveda yang berumur 5.000 tahun mengenai keindahan dan kesehatan rambut:
1. Mulailah dengan mengatur makanan. Pilih makanan yang mengandung sayuran hijau dan buah manis. Produk susu dan yogurt juga baik untuk rambut. Demikian juga dengan kelapa.
2. Hindari makanan olahan atau kalengan. Ayurveda mengatakan bahwa makanan dengan pengawet buatan dan bahan kimia tambahan tidak akan memberi manfaat gizi untuk tubuh dan badan. Minuman dingin juga mengganggu proses pencernaan dan asimilasi zat gizi.
3. Bumbu seperti lada hitam bermanfaat untuk kesehatan rambut. Tambahkan bumbu ini ke dalam sup atau masakan lain.
4. Hindari stres karena dapat berakibat serius dalam jangka panjang dan mempengaruhi warna rambut. Cobalah atur waktu dan tugas untuk meminimisasi tekanan. Lakukan rileksasi/meditasi.
5. Jauhi produk kimia keras yang dapat merusak rambut. Cari sampo dan kondisioner alami dan lembut, terutama bila Anda mencuci rambut tiga kali seminggu.
6. Pijat kulit kepala dengan minyak kelapa atau minyak zaitun untuk menstimulasi dan memberi kelembaban kulit kepala.
7. Jangan sisir rambut dengan sikat ketika rambut basah. @diy

Thursday, September 24, 2009

Tips Mudik Lebaran Penuh Berkah (bag. 2)

Pada artikel sebelumnya, kami telah sajikan beberapa hal yang berkaitan dengan tips persiapan sebelum mudik. Pada saat ini, kita masuk pada pembahasan beberapa tips ketika berada dalam perjalanan dan kembali dari safar. Semoga bermanfaat.


TIPS KETIKA DALAM PERJALANAN

Membaca Do’a Ketika Naik Kendaraan

Ketika menaikkan kaki di atas kendaraan hendaklah seorang musafir membaca, “Bismillah, bismillah, bismillah”. Ketika sudah berada di atas kendaraan, hendaknya mengucapkan, “Alhamdulillah”. Lalu membaca,

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ

“Subhanalladzi sakh-khoro lana hadza wa maa kunna  lahu muqrinin. Wa inna ilaa robbina lamun-qolibuun.” (Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami)[18].

Kemudian mengucapkan, “Alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah”. Lalu mengucapkan, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” Setelah itu membaca,

سُبْحَانَكَ إِنِّى قَدْ ظَلَمْتُ نَفْسِى فَاغْفِرْ لِى فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ

“Subhaanaka inni qod zholamtu nafsii, faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.” (Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku telah menzholimi diriku sendiri, maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa selain Engkau).[19]

Membaca Do’a dan Dzikir Safar

Jika sudah berada di atas kendaraan untuk melakukan perjalanan, hendaklah mengucapkan, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar.” Setelah itu membaca,

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

“Subhanalladzi sakh-khoro lanaa hadza wa maa kunna  lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamun-qolibuun[20]. Allahumma innaa nas’aluka fi safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.” (Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)[21]

Dalam perjalanan, hendaknya seorang musafir membaca dzikir “subhanallah” ketika melewati jalan menurun dan “Allahu akbar” ketika melewati jalan mendaki. Dalam Al Kalim Ath Thoyib dikatakan,

كان رسول الله صلى الله عليه وسلم و أصحابه إذا علوا الثنايا كبروا و إذا هبطوا سبحوا

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya biasa jika melewati jalan mendaki, mereka bertakbir (mengucapkan “Allahu Akbar”). Sedangkan apabila melewati jalan menurun, mereka bertasbih (mengucapkan “Subhanallah”).” [22]

Hendaklah Memperbanyak Do’a Ketika Safar

Hendaklah seorang musafir memperbanyak do’a ketika dalam perjalanan karena do’a seorang musafir adalah salah satu do’a yang mustajab.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَالْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

“Tiga do’a yang tidak diragukan lagi terkabulnya yaitu do’a seorang musafir, do’a orang yang terzholimi, dan do’a orang tua kepada anaknya.”[23]

Membaca Do’a Ketika Mampir di Suatu Tempat

Hendaklah seorang musafir ketika mampir di suatu tempat membaca, “A’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk).” Tujuannya agar terhindar dari berbagai macam bahaya dan gangguan.

Dari Khowlah binti Hakim As Sulamiyah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَزَلَ مَنْزِلاً ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ

“Barangsiapa yang singgah di suatu tempat kemudian dia mengucapkan, “A’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan setiap makhluk)”, maka tidak ada satu pun yang akan membahayakannya sampai dia pergi dari tempat tersebut.” [24]

Ketika Kendaraan Tiba-tiba Mogok atau Rusak

Jika kendaraan mogok, janganlah menjelek-jelekkan syaithan karena syaithan akan semakin besar kepala. Namun ucapkanlah basmalah (bacaan “bismillah”)

Dari Abul Malih dari seseorang, dia berkata, “Aku pernah diboncengi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu tunggangan yang kami naiki tergelincir. Kemudian aku pun mengatakan, “Celakalah syaithan”. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyanggah ucapanku tadi,

لاَ تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَاظَمَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَيَقُولَ بِقُوَّتِى وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللَّهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُونَ مِثْلَ الذُّبَابِ

“Janganlah engkau ucapkan ‘celakalah syaithan’, karena jika engkau mengucapkan demikian, setan akan semakin besar seperti rumah. Lalu setan pun dengan sombongnya mengatakan, ‘Itu semua terjadi karena kekuatanku’. Akan tetapi, yang tepat ucapkanlah “Bismillah”. Jika engkau mengatakan seperti ini, setan akan semakin kecil sampai-sampai dia akan seperti lalat.”[25]

Musafir Ketika Bertemu Waktu Sahur (Menjelang Shubuh)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersafar dan bertemu dengan waktu sahur, beliau mengucapkan,

سَمَّعَ سَامِعٌ بِحَمْدِ اللَّهِ وَحُسْنِ بَلاَئِهِ عَلَيْنَا رَبَّنَا صَاحِبْنَا وَأَفْضِلْ عَلَيْنَا عَائِذًا بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ

“Samma’a saami’un bi hamdillahi wa husni balaa-ihi ‘alainaa. Robbanaa shohibnaa wa afdhil ‘alainaa aa’idzan billahi minan naar (Semoga ada yang memperdengarkan pujian kami kepada Allah atas nikmat dan cobaan-Nya yang baik bagi kami. Wahai Rabb kami, peliharalah kami dan berilah karunia kepada kami dengan berlindung kepada Allah dari api neraka).”[26]

Tips Kembali dari Safar

Pertama, memberitahukan terlebih dahulu kepada keluarga ketika ingin kembali dari safar. Bahkan tidak disukai jika datang kembali dari bepergian pada malam hari tanpa memberitahukan pada keluarga terlebih dahulu.

Dari Jabir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نَهَى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَنْ يَطْرُقَ أَهْلَهُ لَيْلاً

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang untuk pulang dari bepergian lalu menemui keluarganya pada malam hari.”[27]

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ لاَ يَطْرُقُ أَهْلَهُ لَيْلاً وَكَانَ يَأْتِيهِمْ غُدْوَةً أَوْ عَشِيَّةً

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa tidak pulang dari bepergian lalu menemui keluarganya pada malam hari. Beliau biasanya datang dari bepergian pada pagi atau sore hari.”[28]

Kedua, berdo’a ketika kembali dari safar.

Do’a ketika kembali dari safar sama dengan do’a ketika hendak pergi safar yaitu mengucapkan, “Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar”, kemudian membaca,

سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى اللَّهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ اللَّهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَالْخَلِيفَةُ فِى الأَهْلِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِى الْمَالِ وَالأَهْلِ

“Subhanalladzi sakhkhoro lana hadza wa maa kunna  lahu muqrinin. Wa inna ila robbina lamunqolibuun[29]. Allahumma innaa nas’aluka fi safarinaa hadza al birro wat taqwa wa minal ‘amali ma tardho. Allahumma hawwin ‘alainaa safaronaa hadza, wathwi ‘anna bu’dahu. Allahumma antash shoohibu fis safar, wal kholiifatu fil ahli. Allahumma inni a’udzubika min wa’tsaa-is safari wa ka-aabatil manzhori wa suu-il munqolabi fil maali wal ahli.” (Mahasuci Allah yang telah menundukkan untuk kami kendaraan ini, padahal kami sebelumnya tidak mempunyai kemampuan untuk melakukannya, dan sesungguhnya hanya kepada Rabb kami, kami akan kembali. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah mudahkanlah perjalanan kami ini, dekatkanlah bagi kami jarak yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah rekan dalam perjalanan dan pengganti di tengah keluarga. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesukaran perjalanan, tempat kembali yang menyedihkan, dan pemandangan yang buruk pada harta dan keluarga)

Dan ditambahkan membaca,

آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ

“Aayibuuna taa-ibuuna ‘aabiduun. Lirobbinaa haamiduun (Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji Rabb kami).” [30]

Ketiga, melakukan shalat dua raka’at di masjid ketika tiba dari safar.

Dari Ka’ab, beliau mengatakan,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ ضُحًى دَخَلَ الْمَسْجِدَ ، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يَجْلِسَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika tiba dari safar pada waktu Dhuha, beliau memasuki masjid kemudian beliau melaksanakan shalat dua raka’at sebelum beliau duduk.” [31]

Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau mengatakan, “Aku pernah bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam safar. Tatkala kami tiba di Madinah, beliau mengatakan padaku,

ادْخُلِ الْمَسْجِدَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ

“Masukilah masjid dan lakukanlah shalat dua raka’at.”[32]

-bersambung insya Allah-

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

Footnote:

[18]  QS. Az Zukhruf: 13-14

[19]  HR. Ahmad, At Tirmidzi, dan Abu Daud, dari ‘Ali bin Abi Thalib. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. LihatShahih At Tirmidzi no. 2742

[20]  QS. Az Zukhruf: 13-14

[21]  HR. Muslim no. 1342, dari ‘Abdullah bin ‘Umar.

[22]  Lihat Al Kalim Ath Thoyyib no. 175. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa riwayat ini shahih.

[23]  HR. Ahmad no. 9604. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lainnya. Lihat Musnad Al Imam Ahmad bin Hambal, Muassasah Qorthobah, Al Qohiroh.

[24]  HR. Muslim no. 2708

[25]  HR. Abu Daud. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Al Kalimu Ath Thoyib no. 238

[26]  HR. Muslim no. 2718

[27]  HR. Bukhari no. 1801

[28]  HR. Muslim no. 1928

[29]  QS. Az Zukhruf: 13-14

[30]  HR. Muslim no. 1342, dari ‘Abdullah bin ‘Umar.

[31]  HR. Bukhari no. 3088.

[32]  HR. Bukhari no. 3087

Tips Mudik Lebaran Penuh Berkah (bag. 1)

Sebentar lagi bulan Ramadhan, bulan yang penuh keberkahan akan segera berakhir dan akan segera datang hari raya yang dinanti-nanti kaum muslimin yaitu ‘Idul Fithri. Banyak di antara kaum muslimin yang hidup di perantauan kembali ke kampungnya untuk merayakan lebaran bersama sanak keluarganya. Lantas hal-hal apa sajakah yang harus kita siapkan agar mudik kita penuh berkah? Simaklah tips-tips ketika melakukan perjalanan jauh berikut ini dan semoga bermanfaat.

Tips Persiapan Sebelum Mudik

Seseorang yang hendak mudik atau melakukan safar (perjalanan jauh) seharusnya bukan hanya mempersiapkan barang-barang dan bekal untuk perjalanan. Ada persiapan yang lebih penting dari itu semua, sehingga safar tersebut lebih dimudahkan dan diberkahi oleh Allah. Di antara persiapan yang bisa dilakukan adalah:

Pertama, melakukan shalat istikharah terlebih dahulu untuk memohon petunjuk kepada Allah mengenai waktu safar, kendaraan yang digunakan, teman perjalanan dan arah jalan. Dari Jabir bin ‘Abdillah, beliau berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kami shalat istikhoroh dalam setiap perkara sebagaimana beliau mengajarkan kepada kami Al Qur’an.” [1]

Kedua, jika sudah bulat melakukan perjalanan, maka perbanyaklah taubat yaitu meminta ampunan pada Allah dari segala macam maksiat, mintalah maaf kepada orang lain atas tindak kezholiman yang pernah dilakukan, dan minta dihalalkan jika ada muamalah yang salah dengan sahabat atau lainnya.

Ketiga, menyelesaikan berbagai persengketaan, seperti menunaikan utang pada orang lain yang belum terlunasi sesuai kemampuan, menunjuk  siapa yang bisa menjadi wakil tatkala ada utang yang belum bisa dilunasi, mengembalikan barang-barang titipan, mencatat wasiat, dan memberikan nafkah yang wajib bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.

Keempat, meminta restu dan ridho orang tua atau keluarga, tempat berbakti dan berbuat baik.[2]

Kelima, melakukan safar atau perjalanan bersama tiga orang atau lebih. Sebagaimana hadits,

الرَّاكِبُ شَيْطَانٌ وَالرَّاكِبَانِ شَيْطَانَانِ وَالثَّلاَثَةُ رَكْبٌ

“Satu pengendara (musafir) adalah syaithan, dua pengendara (musafir) adalah dua syaithan, dan tiga pengendara (musafir) itu baru disebut rombongan musafir.” [3] Yang dimaksud dengan syaithan di sini adalah jika kurang dari tiga orang, musafir tersebut sukanya membelot dan tidak taat.[4] Namun larangan di sini bukanlah haram (tetapi makruh) karena larangannya berlaku pada masalah adab.[5]

Keenam, mengangkat pemimpin dalam rombongan safar yang mempunyai akhlaq yang baik, akrab, dan punya sifat tidak egois. Juga mencari teman-teman yang baik dalam perjalanan. Adapun perintah untuk mengangkat pemimpin ketika safar adalah,

إِذَا كَانَ ثَلاَثَةٌ فِى سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ

“Jika ada tiga orang keluar untuk bersafar, maka hendaklah mereka mengangkat salah di antaranya sebagai ketua rombongan.” [6]

Ketujuh, dianjurkan untuk melakukan safar pada hari Kamis sebagaimana kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dari Ka’ab bin Malik, beliau berkata,

أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – خَرَجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ فِى غَزْوَةِ تَبُوكَ ، وَكَانَ يُحِبُّ أَنْ يَخْرُجَ يَوْمَ الْخَمِيسِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar menuju perang Tabuk pada hari Kamis. Dan telah menjadi kebiasaan beliau untuk bepergian pada hari Kamis.” [7]

Dianjurkan pula untuk mulai bepergian pada pagi hari karena waktu pagi adalah waktu yang penuh berkah. Sebagaimana do’a Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam pada waktu pagi,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”[8]

Ibnu Baththol mengatakan, “Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan waktu pagi dengan mendo’akan keberkahan pada waktu tersebut daripada waktu-waktu lainnya karena waktu pagi adalah waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (aktivitas). Waktu tersebut adalah waktu bersemangat (fit) untuk beraktivitas. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammengkhususkan do’a pada waktu tersebut agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya.”[9]

Juga waktu terbaik untuk melakukan safar adalah di waktu duljah. Sebagian ulama mengatakan bahwa duljah bermakna awal malam. Ada pula yang mengatakan seluruh malam karena melihat kelanjutan hadits. Jadi dapat kita maknakan bahwa perjalanan di waktu duljah adalah perjalanan di malam hari[10]. Perjalanan di waktu malam itu sangatlah baik karena ketika itu jarak bumi seolah-olah didekatkan. Dari Anas bin Malik, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالدُّلْجَةِ فَإِنَّ الأَرْضَ تُطْوَى بِاللَّيْلِ

“Hendaklah kalian melakukan perjalanan di malam hari, karena seolah-olah bumi itu terlipat ketika itu.”[11]

Kedelapan, melakukan shalat dua raka’at ketika hendak pergi[12]. Sebagaimana terdapat hadits dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إذا خرجت من منزلك فصل ركعتين يمنعانك من مخرج السوء وإذا دخلت إلى منزلك فصل ركعتين يمنعانك من مدخل السوء

“Jika engkau keluar dari rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang ada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu, maka lakukanlah shalat dua raka’at yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.”[13]

Kesembilan, berpamitan kepada keluarga dan orang-orang yang ditinggalkan. Do’a yang biasa diucapkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada orang yang hendak bersafar adalah,

أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ

“Astawdi’ullaha diinaka, wa  amaanataka, wa khowaatiima ‘amalik (Aku menitipkan agamamu, amanahmu, dan perbuatan terakhirmu kepada Allah)”[14].

Kemudian hendaklah musafir atau yang bepergian mengatakan kepada orang yang ditinggalkan,

أَسْتَوْدِعُكُمُ اللَّهَ الَّذِى لاَ تَضِيعُ وَدَائِعُهُ

“Astawdi’ukumullah alladzi laa tadhi’u wa daa-i’ahu (Aku menitipkan kalian pada Allah yang tidak mungkin menyia-nyiakan titipannya).”[15]

Kesepuluh, ketika keluar rumah dianjurkan membaca do’a:

بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

“Bismillahi tawakkaltu ‘alallah laa hawla wa laa quwwata illa billah.” (Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada-Nya, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan-Nya)[16].

Atau bisa pula dengan do’a:

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عليَّ

“Allahumma inni a’udzu bika an adhilla aw udholla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala ‘alayya.” [Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesesatan diriku atau disesatkan orang lain, dari ketergelinciran diriku atau digelincirkan orang lain, dari menzholimi diriku atau dizholimi orang lain, dari kebodohan diriku atau dijahilin orang lain] [17].

-bersambung insya Allah-

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

Footnote:

[1]  HR. Bukhari no. 6382, 7390

[2] Adab pertama sampai keempat dijelaskan dalam Al Ghuror As Saafir fiima Yahtaaju ilaihil Musaafir, hal. 15-16, Al Imam Az Zarkasiy, Asy Syamilah.

[3]  HR. Malik, Abu Daud, At Tirmidzi, Al Hakim, Al Baihaqi dan Ahmad. Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam Fathul Bari, 8/468. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 62.

[4]  Lihat Fathul Bari,  8/468, Mawqi’ Al Islam, Asy Syamilah dan penjelasan Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 62.

[5]  Lihat perkataan Ath Thobari yang dibawakan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Fathul Bari,  8/468

[6]  HR. Abu Daud no. 2609. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih.

[7]  HR. Bukhari no. 2950.

[8]  HR. Abu Daud no. 2606 dan At Tirmidzi no. 1212. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih dilihat dari jalur lainnya (baca: shahih lighoirihi). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1693.

[9]  Syarhul Bukhari Libni Baththol, 9/163, Asy Syamilah

[10]  Lihat ‘Aunul Ma’bud, 7/171, Muhammad Syamsul Haq Abu Ath Thoyib, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, Beirut, cetakan kedua, 1415 H.

[11] HR. Abu Daud, Al Hakim, dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihahno. 681.

[12]  Lihat pembahasan di Jaami Shohih Al Adzkar, hal. 153, Abul Hasan Muhammad bin Hasan Asy Syaikh, Darul ‘Awashim, cetakan kedua, Januari 2006.

[13] HR. Al Bazzar. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shohihah no. 1323.

[14] HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat As Silsilah Ash Shahihahno. 14 dan 15.

[15]  HR. Ibnu Majah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih Ibnu Majah 2295.

[16] HR. Abu Daud dan Tirmidzi, dari Anas bin Malik. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1605.

[17] HR. Abu Daud dan Ibnu Majah, dari Ummu Salamah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 2442.

Monday, September 21, 2009

RESEP KUE KERING KLASIK, PRAKTIS & EKONOMIS


Hari raya seperti Lebaran atau Natal identik dengan kue kering. Tidak ada salahnya, sesekali Anda membuat kue kering sendiri di rumah. Selain menghemat biaya, menyajikan kue kering bikinan sendiri tentu lebih membanggakan.

Jangan bingung dengan resepnya, Resep nastar klasik ini sudah dicoba berulang kali dan hasilnya maksimal. Kue harum, lezat dan teksturnya renyah. Resep ini juga cocok diterapkan untuk berwirausaha boga.Selamat Berkreasi.
Resep/Dapur Uji/Foto: Budi Sutomo



NASTAR KLASIK

Bahan:
250 g tepung terigu rendah protein/soft wheat/cap kunci
30 g tepung maizena
200 g mentega/margarin
20 g susu bubuk
60 g gula halus
2 butir kuning telur
1/4 sdt garam halus
Cengkih untuk hiasan

Selai Nanas:
400 gr nanas matang, parut
200 g gula pasir
3 buah cengkih
5 cm kayu manis/ 1/4 sdt bubuk kayu manis
1/4 sdt garam halus
Olesan, aduk rata:
3 butir kuning telur
2 sdm susu tawar cair/ 1 sdm susu bubuk, larutkan dengan 2 sdm air

Cara Membuat:
1. Campur tepung terigu, tepung maizena dan susu bubuk, aduk rata/ayak.
2. Tambahkan gula halus, kuning telur, mentega/margarin dan garam ke dalam campuran tepung. Aduk dengan garpu atau mixer kecepatan rendah (gunakan satu gigi)hingga terbentuk adonan yang berbutir-butir.
3. Padatkan adonan dengan tangan atau sendok kayu sehingga terbentuk adonan yang bisa dipulung/dibentuk.
4. Ambil sejumput adonan, bentuk menjadi bulatan, pipihkan. Isi tengahnya dengan 1/2 sendok teh selai nanas. Bulatkan kembali.
5. Atur kue yang telah dibentuk di atas loyang beroles margarin. Olesi permukaannya dengan bahan olesan. Tancapkan satu buah cengkih di atasnya.
6. Panggang kue dalam oven bertemperatur 150 derajat celcius selama 20 menit atau hingga kue matang dan berwarna kuning kecokelatan. Angkat, dinginkan. Simpan dalam stoples kedap udara.
7. Selai Nanas: Campur parutan nanas, gula pasir, kayu manis, cengkih dan garam, aduk rata. Panaskan sambil terus diaduk hingga terbentuk adonan selai yang kental. Angkat, dinginkan.
Untuk 550 g

Tip:
Jangan mengaduk adonan dengan tangan terlalu lama karena panas tangan akan mencairkan lemak dalam adonan. Akibatnya kue kering akan keras/tidak rapuh. Aduk seperlunya, asal adonan sudah bisa dibentuk. Untuk variasi rasa, selai nanas bisa diganti selai sesuai selera.

by Budi Sutomo, S.Pd 

http://budiboga.blogspot.com/2006/12/resep-kue-kering-klasik-praktis.html

Saturday, September 12, 2009

Ayam Goreng Praktis


ayam goreng praktisBahan:
1 ekor ayam buras, dipotong 8 bagian
1 sendok makan air jeruk nipis
1 sendok makan + 1 sendok teh garam
Minyak untuk menggoreng


Bumbu halus:
5 siung bawang putih
2 sendok teh ketumbar
3 cm kunyit
3 cm jahe
2 cm lengkuas

Cara membuat:

  1. Rendam ayam dalam bumbu halus, air jeruk nipis, garam. Diamkan selama 30 menit.
  2. Goreng ayam di atas api kecil sampai matang.

Sumber: Sedap Sekejap (gambar dan resep)

Puding Karamel (9 bulan)


puding karamel
Bahan:

30 gram gula pasir,untuk karamel
200 ml air
2 butir telur, kocok
30 gram gula pasir, untuk puding
1/2 sendok teh vanila bubuk
5 sendok takar susu formula bubuk

Cara membuat:

  1. Karamel: letakkan gula pasir dalam wajan datar. Jerang di atas api dan biarkan hingga meleleh dan harum baunya. Tuang dalam mangkuk kecil tahan api, sisihkan.
  2. Campur air dengan telur kocok, beri gula pasir dan vanila, aduk rata. Tuang dalam mangkuk kecil berisi karamel.
  3. Ambil loyang, isi dengan air dan letakkan mangkuk tadi di atasnya.
  4. Panaskan oven hingga 180 derajat celsius.
  5. Masukkan loyang dalam oven dan panggang sampai matang, selama satu jam, angkat. Tunggu sampai agak dingin.
  6. Bubuhi susu bubuk, aduk hingga tercampur.
  7. Suapkan segera pada si kecil.

Untuk 5 porsi

Sumber: Ayahbunda No 8 2005 (gambar dan resep)


Nasi Tim Ikan (9 bulan)


nasi tim ayamBahan:
625 ml air
20 gram beras cuci bersih
30 gram daging kakap, iris kecil
25 gram tempe, iris kecil
25 gram tomat, iris kecil
25 gram daun kangkung, iris halus
1 sendok makan santan kental

Cara membuat:

  1. Rebus air bersama beras, daging kakap, dan tempe. Aduk-aduk sampai menjadi bubur kental.
  2. Masukkan tomat dan daun kangkung. Masak hingga sayuran matang. Tuangi santan. Aduk dan angkat.
  3. Tuang ke piring bayi dan suapkan segera.

Untuk 1 porsi

Sumber: Ayahbunda No 8 2005 (gambar dan resep)

Bubur Beras Merah Saus Jeruk (usia 6-9 bulan)


bubur beras merah saus jerukBahan:
8 gram tepung beras merah
40 ml air
1 sendok takar susu formula bubuk
100 ml sari jeruk manis

 

 

Cara membuat:

  1. Siapkan panci, campur tepung beras dan air sedikit demi sedikit. Jerang panci di atas api sambil diaduk hingga mendidh dan mengental. Angkat dan biarkan agak dingin.
  2. Tambahkan susu formula bubuk dan aduk hingga tercampur rata. Sajikan segera denga sari jeruk.

Untuk 1 porsi

Sumber: Ayahbunda No 8 2005 (gambar dan resep)

Tim Makaroni ( 9 bulan)


tim makaroniBahan:
25 gram makaroni, rebus, tiriskan
100 ml susu cair
50 ml air kaldu
30 gram daging ayam, rebus, cincang
25 gram tahu, potong kecil

 

25 gram kacang polong (green peas)
25 gram tomat, iris halus

Cara membuat:

  1. Rebus makaroni bersama susu, air kaldu, daging ayam dan tahu.
  2. Masukkan kacang polong serta tomat. Aduk sampai matang, angkat.
  3. Tempatkan dalam piring atau mangkuk saji.
  4. Suapkan dalam sendok kecil dalam keadaan hangat.

Untuk 1 porsi

Sumber: Ayahbunda No 8 2005 (gambar dan resep)

Crepe Isi Ayam Brokoli


crepe isi ayam brokoliBahan:
adonan crepe
50 gram keju cheddar parut

Isi:
2 sendok makan margarin
1 sendok makan tepung terigu
250 ml susu cair

200 gram dada ayam, potong dadu 1 cm, rebus, tiriskan
250 gram brokoli, petik sesuai kuntum, rebus, cincang
1/2 sendok teh garam halus
1/2 sendok teh merica bubuk
1/4 sendok teh pala bubuk
1/2 sendok makan saus worchestershire
50 gram keju cheddar parut

Saus:
75 ml saus mayones
1 sendok makan susu cair
1 sendok teh gula pasir

Cara membuat:

  1. Kulit: lihat cara membuat crepe.
  2. Isi: panaskan margarin dalam wajan. Masukkan tepung terigu, aduk cepat. Tuang susu cair sedikit demi sedikit, sambil diaduk sampai susu habis. Tambahkan daging ayam dan brokoli. Bubuhi garam, merica, pala, saus worchestershire dan keju cheddar parut, aduk rata.
  3. Panaskan oven 180 derajat celsius.
  4. Saus: campur dan aduk saus mayones, susu cair dan gula pasir.
  5. Ambil selembar crepe, beri 2 sendok makan adonan isi, lipat seperti amplop, lakukan sampai adonan habis.
  6. Ambil pinggan tahan panas, olesi mentega, susun rapi crepe isi ayam brokoli di dalamnya. Tuang saus mayones, taburi keju parut. Panggang dalam oven selama 10 menit sampai matang, lalu keluarkan. Potong-potong, sajikan hangat bersama sambal cabai botol.

Saus Worchestershire atau saus inggris, adalah saus caie berwarna cokelat kehitaman dengan bahan dasar ikan, bawang merah, bawang putih dan bawang bombay dengan rasa dan aroma yang tajam. Cocok untuk bumbu masakan barat sebagai saus penyedap rasa, seperti steak, sup dan kaserol.

Sumber: Ayahbunda No 8 2005 (gambar dan resep)


Jus Nanas Jambu Klutuk


jus nanas jambu klutukBahan:
2 buah jambu biji merah, buang kulitnya, potong menjadi beberapa bagian
1/2 buah nanas
1/4 botol air es


Cara membuat:

  1. Masukkan jambu biji dan 1/2 botol air es ke dalam blender, haluskan.
  2. Saring dengan saringan kasar.
  3. Masukkan buah nanas, jambu biji yang sudah disaring, gula pasir, dan sisa air es ke dalam blender. Haluskan.
  4. Jus ini bisa diminum dengan es gepuk.

Tip Sehat: Kandungan vitamin c dari jambu klutuk dan nanas membuat jus ini cocok sekali untuk memperbaiki daya tahan tubuh.

Sumber: Intisari Menu Sehat (gambar dan resep)